
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
salam sejahtera bagi kita semua.
pada kesempatan ini saya akan memberikan contoh drama yang diambil dari perjalanan hidup ST12, khususnya saat pertama kali band ini memasuki panggung. Sebenarnya isi drama ini tidak dibuat persis dengan cerita aslinya karena akan terjadi kesalahpahaman pihak terkait.
Drama ini cocok untuk dimainkan karena mengandung unsur-unsur yang membuat kita menangis, tegang, tertawa yang pokoknya the best lah.
sebelumnya drama ini dibuat untuk memenuhi persyaratan kelulusan pada masa SMA, yakni ujian praktik Bahasa Indonesia. BTW butuh sembilan orang untuk memainkan drama ini dan untuk versi dokumen bisa diunduh
di sini.
langsung saja, selamat menyaksikan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
(Perjuangan
memang sangatlah berat, tapi hal yang seperti itulah yang bisa menjadikan diriku
lebih dewasa hingga saat ini. Sahabat… dirimu… serta pengorbananmu… akan selalu
terkenang meskipun saat ajal menemuiku) - Muhammad
Charly Van Houten.
Babak 1
ST12,
Sebuah band melayu legenda berkebangsaan Indonesia ini ternyata memiliki
sejarah yang cukup pahit, di samping itu juga ada pula kenangan-kenangan
menarik di sini. ST12 adalah band yang dulu anggotanya tidak saling kenal.
Ilham Febri (Pepep), Dedi Sudrajat (Pepeng), Iman. Sebelum ST12 nama band
mereka itu OLIV Band. Ketiga anggota ini pun melakukan audisi karena belum
memiliki vokalis yang pas untuk masuk. Saat itu pula Charly datang mengikuti
audisi tersebut.
Pepeng :"Masih
Belum ada?"
Iman :"Iya,
Pep. Nunggu kapan lagi?"
Pepep :"Santai
aja… Mungkin nanti kita bakalan dapet vokalis, santai aja"
Charly :"(Masuk)
Assalamu'alaikum"
Semua :"Wa'alaikum
salam"
Pepep :"Apa
gue bilang?(dengan bangga) kita juga bakalan dapet. (menghadap
Charly) Lo mau ikutan audisi, Kan?
Charly :"Iya,
Bang. Kali bisa Saya mau ikutan audisi, masih dibuka kan, Bang?"
Pepep :"Masih
terbuka, kok. Coba lo keluarin suara lo."
(Charly menyanyi sebentar)
Pepeng :"Bagus
suaranya, Pep. Man, menurut lo gimana?"
Iman :"Gila,
dari mana dapet suara kaya' gitu, bang? Pep, jangan lo sia-sia'in kesempatan
ini. Bang, lo kapan bisa main di sini lagi? Kalo' bisa sekarang aja."
Charly :"Sekarang,
Bang? (Bersyukur) Alhamdulillah… iya, Bang. Semua beres. (dengan
malu-malu) Tapi, Bang. Boleh gak kalo' aku nginep di sini?"
Iman :"Tenang
aja. Jadi, biaya kehidupan lo sekarang bakalan ditanggung sama Bos Pepep. Bener
kan, Pep?"
Pepep :"Hah!...
(Mau melawan tapi tidak jadi) Ya, tapi lo belum kasih tahu nama lo. Ya…
biar akrab lah…"
Charly :"Panggil
aja Charly."
Pepeng :"Lo
asli Jakarta?"
Charly :"Bukan.
Saya ini asli Bandung."
Pepeng :"(Berubah
logat sunda) eee… dari bandung pisan? Kita mah tidak tau kalo' kamu tuh
orang Bandung. Maaf ya?"
Iman :"Kalo'
gitu mah… semua tanggungan hidup lo juga bakal ditanggung Bos Pepep, sampai lo
mati pun. karena dia kan juga orang sunda. Bener gak?"
Pepep :"Gak
usah bilang gitu mah gue pasti bantuin lo kok… ya kan temen-temen?"
Iman & Pepeng :"Pasti bos…"
Pepep :"Oh
ya, Kita harus siapin lagu buat rekaman besok. (Menghadap Charly) Lo mau
kan bantu kita?"
Charly :"Terserah
Abang lah… Say mah nunut."
Pepep :"Oke,
dan sekarang gue mau ganti nama band ini menjadi ST12. Semua setuju?"
Semua :"Apa sih yang gak buat ST12?"
Anggota ST12 pun tertawa, dan setelah itu
mereka menyiapkan dua buah lagu untuk besok karena besok adalah audisi band
indie yang akan jika band itu menang akan dimasukkan di salah satu acara TV
nasional. Dan mereka berhasil menciptakan dua lagu itu, yaitu "Jalan
Terbaik" dan "Aku Masih Sayang". Mereka simpan hasil rekaman itu
ke CD.
Babak
2
Dan
Besoknya ST12 membawa CD hasil rekaman mereka ke orang studio.
(Charly, Iman, Pepeng dan Pepep
masuk)
Orang studio 1 :"Dari band mana?"
Pepep :"ST12"
Orang studio1 :"Album apa yang kalian tampilkan?"
Charly :"hmm…
Lagunya itu… Jalan Terbaik dan Aku Masih Sayang"
(Orang studio memasukkan identitas
band mereka)
Pepep :"Lo
beneran nama judulnya itu?"
Charly :"Gak
papa, Nanti juga kita bisa pikirin judul yang pas kok. Santai aja."
Orang studio1 :"Oke semua selesai. Nanti kita coba untuk ndengerin hasil
rekaman kalian."
Pepep :"Kira-kira
selesainya kapan?"
Orang studio1 :"iya… satu mingguan lah…"
Pepep :"Sekarang
kita pulang dulu (Menghadap Orang studio) Thanks' for much. Minggu depan
kita balik lagi"
Orang studio1 :"Ya, sama-sama."
(ST12 bergegas pergi dari ruangan)
Orang studio2 :"(masuk ruangan) Siapa tadi, bro?"
Orang studio1 :"katanya sih, ST12 Band"
Orang Studio2 :"Udah denger lagu mereka belum?"
Orang Studio1 :"Ini mau dengerin lagunya, ikutan gak?"
Orang Studio2 :"Pasti dong…"
(CD ST12 pun dimasukkan untuk
diputar, tapi tiba-tiba…)
Orang Studio1 :"Apaan ini? Lagunya jelek banget, terlalu monoton."
Orang Studio2 :"(tertawa) Emang enak… baru dengerin lagunya aja
udah gak betah."
Orang Studio1 :"Sudah-sudah, buang aja CD ini! Enggak mau gue kerja
ginian lagi! Bosen hidup gini terus."
Orang Studio2 :"Kalo' lo keluar, ya keluar aja."
Orang studio1 :"Oke, itu yang mau gue lakuin. Bilang juga sama mereka
gue gak sudi denger lagu mereka lagi!"(keluar tanpa sepatah kata pun)
Babak
3
Satu
minggu kemudian, ST12 kembali ke tempat tersebut dan melihat hasilnya. Dan
hasilnya sangat disayangkan, mereka ditolak mentah-mentah sama orang-orang
studio itu. Tidak Cuma itu, CD yang mereka minta telah dibuang ke tempat sampah
seminggu yang lalu.
Charly :"Gak
papa, Pep. Mungkin ini masih belum rejeki kita." (Pepep mau menyelat)
Pepeng :"Ya,
Pep. Kita coba cari yang lain aja…"
Iman :"Bener,
Pep. Yang gitu mah gak usah diurusin."
Pepep :(dengan
nada kesal) "Terus kapan gue ngomongnya? (agak mereda) Hft… ya
sudahlah. Gue juga akan cari studio yang juga gak kalah dengan yang barusan.
Ikutan gak?"
Semua :"Pasti…"
Pepep :"Ayo…
demi ST12!!!" (menyatukan tangan semuanya)
Semua :"Demi
ST12!!!" (teriak sekencang-kencangnya dan bersorak)
(tiba-tiba asisten produser menabrak
Charly)
Asisten :"Maaf,
mas. Lain kali saya lebih hati-hati."
Charly :"Gak
papa kok. Tapi, kita pernah ketemuan ya, mbak?"
Asisten :"Oh…
akang, Jadi inget teh sama akang. Sekarang akang kerja di mana? Baru sebulan
aja aku udah kangen sama akang."
Pepeng :"Siapa
Ini, Bang? Kok kenal sama Abang?"
Charly :"Ceritanya
begini… dia itu vokalis band saya. Dia itu duet sama saya. Tapi tiga minggu
kemudian kita berantem, jadi ya… bubar deh band-nya. Oh iya neng, saya teh
cuman ngumpul doang sama temen-temen band baru. Kenalin, ini Mas Ilham, Ini Mas
Iman dan Ini Mas Dedi."
Asisten :"Dedi
Corbuzier?"
Charly :"Bukan,
namanya Dedi Sudrajat. Emang neng ngapain di sini?"
Asisten :"Jadi
asisten produser di sini. Oh iya, katanya Akang mau setorin lagu… biar eneng
yang mbantu, Akang gak usah bingung."
Charly :"Eh.
Yang bener atuh neng? Jadi ngrepotin eneng pisan."
Asisten :"Gak
papa kok, asal ketemu akang teh eneng jadi seneng."
Iman :"Ciye…
CLBK ni ye, ceritanya…"(semua ikut menggoda)
Charly :"Apaan
sih…"
Pepep :"Tapi,
gak papa. Yang penting kita dapat anugrah Tuhan. Semua juga berkat lo,
Charly."
Charly :"sama-sama,
Bang. Ini juga kan berkat abang-abang semua."
Pepeng :"Gak
usah Panggil abang. Panggil aja namanya langsung."
Iman :"Bener,
Bos. Lo Panggil nama aja langsung, biar akrab gitu"
Asisten :"Ehem…
Jadi, mana lagu yang mau akang setorin?
Charly :"Hmm…
kayaknya kami musti buat yang baru, Neng. Rekaman kami tadi udah dibuang sama
studionya."
Asisten :"Jahat
banget memang itu orang. Tapi gak papa, Kang. Eneng laporan sama produser dulu,
kalo' diterima nanti Eneng sms'in. nomernya tetep kan?"
Charly :"Ya,
Neng. Terima kasih banyak atuh, Neng."
Asisten :"Sama-sama,
Eneng pergi dulu ya."
Charly :"ya,
ati-ati Neng" (Asisten Meninggalkan ST12)
Pepep :"Oke…
kali ini kita revisi lagu kita, kita juga mau nambah lagi jadi sepuluh
lagu."
Charly :"Oke,
tapi judulnya gak usah direvisi. Soalnya saya tuh suka sama judulnya. Lirik
sama nadanya aja yang direvisi. Terus digabungin aja jadi album"
Pepep :"Gimana
lo, Peng, Man. Lo setuju gak sama Charly?"
Iman :"Kita
sih ngikut aja."
Pepep :"Oke,
kita lakuin! Kita tunjukkan pada Indonesia ST12 PASTI BERJAYA!"
Semua :"PASTI!"
Malamnya mereka mulai menggarap sepuluh
lagu mereka, ketika itu Charly mendapat sms bahwa besok dia disuruh menghadap
produser dari kenalannya. Akhirnya sepuluh lagu mereka rampungkan dan memberi judul
lagu-lagu tersebut, yaitu "Jalan Terbaik", "Aku Masih Sayang",
"Aku Tak Sanggup Lagi" (A.T.S.L), "Cinta Abadi", "Dewiku",
"Jiwa Yang Hilang", "Kepedihan Jiwa", "Ruang Hidup",
"Sirna (sudah)" dan "Rasa Yang Tertinggal". Dengan
"Jalan Terbaik" yang menjadi flagship song sekaligus nama album
mereka.
Babak
4
Setiap ada kegagalan pasti ada
keberhasilan, itulah yang mereka rasakan saat ini. Produsernya menerima
lagu-lagu mereka dan mengajak mereka membuat video klip. Sesudah itu tiba-tiba
Iman ngedrop, Charly, Pepeng dan Pepep pun membawa teman mereka ke rumah sakit.
Iman :(Masih telentang dengan mata
terbuka) "Gue ada di mana?"
Pepep :"Santai, Man. Lo sekarang ada di
rumah sakit."
Iman :"Hmm… gitu. Pep, gue mau bilang sama
lo. Mungkin ini terakhir kali kita bersama."
Charly :"Ngomong apaan sih, Bang. Jangan
bilang kalo' mau ninggalin kita."
Iman :"Seharusnya gue bilang ini ke lo
semua. Kalo' gue ini punya penyakit tumor di pembuluh otak, tapi gue simpan
rahasia ini agar gue Enggak ingin kita gagal capai tujuan cuman gara-gara gue.
Ya… gue juga minta maaf sekaligus terima kasih atas perjuangan lo semua.
Terutama lo, Charly. ST12 ini gak akan bangkit tanpa lo, semua juga. (m]enghela
nafas) Gue juga nitip pesen. Kalo' bisa lo perjuangin hasil kerja keras
kita dan terus mbuktiin pada Indonesia bahwa nanti band kita, ST12 akan Berjaya
dan akan tetap Berjaya!"
Semua :"Pasti!"
Iman :(Lihat Pepeng) "Peng… Lo
kok diem aja. Bilang sesuatu ke', apa ke'."
Pepeng :(Dengan sedih) "Man… kalo' mau
bercanda bilang dong. Gak usah pake' acara ginian… jadi sedih gue
lihatnya."
Charly :" Iya, Bang. Jadi sedih
liatnya…"
(Suster
masuk ke dalam kamar pasien)
Suster :"Maaf, Mas. Sekarang pasiennya butuh
istirahat. Tolong masnya semua nunggu di luar aja ya."
Pepep :"Mbak, teman saya ini terkena
penyakit apa ya?"
Suster :"Saya belum tahu, mas. Dokter saat
ini belum memeriksa penyakit pasien."
Pepeng :"Semoga saja dia Enggak
kenapa-napa."
Suster :"Iya, mas. Tolong masnya semua
keluar ruangan."
Pepep :"Ayo, Peng, Charly. Kita keluar"(semua
keluar ruangan)
(Pindah
latar tempat)
Pepeng :"Pep, lo tadi sadar dia barusan
ngomong apa?"
Pepep :(Melamun) "eh, iya… barusan lo
bilang apa?"
Pepeng :"Nggak. Kalo' lo, Charly.
gimana?"
Charly :"Ya, Nggak tau sih, Bang. Tapi, ya…
bisa berharap kalo' dia nggak kenapa-napa."
Pepep :"Enggak papa, orangnya memang gitu.
Kalo' bercanda selalu keterlaluan. Tapi dipikir-pikir dia belum pernah ngomong
barusan."
(Tiba-tiba
suster keluar dengan tergesa-gesa)
Charly :(menghentikan langkah suster)
kenapa mbak?
Suster :"Nggak tau. Tiba-tiba detak
jantungnya melemah."
(Langsung
suster Meninggalkan ruangan dan mereka (ST12) panik)
Pepep :"Peng…"
Pepeng :"Jangan-jangan… Man!... Iman!..."(mau
masuk kamar tapi dicegah Charly)
Charly :"Bang, sudahlah. Memang ini takdir
Tuhan."
Pepeng :"Lo jangan bilang ini takdir Tuhan! Lo
nggak akan tau kalo' dia, Iman itu sahabat gue sejak kecil! Jadi, lo gak usah
ikut campur masalah ini!"
Charly :"Gue gak pernah ikut campur urusan
orang! Tapi gue ingin berikan yang terbaik, Peng! Jika lo gak tahan! Biar gue
susulin lo bareng Iman!"
Pepeng :"Oke!... Jadi lo mau serang gue?!...
Gue terima ajakan lo!"
(pertengkaran
pun dimulai, saat itu asisten masuk)
Asisten :"Astaghfirullah… ada apa ini?"
Pepep :"Neng, lerai mereka berdua!"
Asisten :"Kang, apa yang sebenarnya
terjadi?"
Charly :"Neng, ngapain kamu ke sini?"
Asisten :"Katanya teman akang teh lagi sakit di
sini. Jadi Neng ke sini mau njenguk teman akang."
Pepeng :"Bawa pacar lo keluar! sekalian lo. Dan
jangan pernah lagi lo ikut band kita! Lo gak pantes!...(tes… tes…)"
Charly :"Lo boleh hina gue! tapi jangan
sekali-kali lo hina dia! Sekali lagi, gue gampar lo!"
Pepep :"Peng… gue minta lo diam. Lo juga,
Charly. Jangan lanjutin pertengkaran lo berdua. (Menghembus nafas berat)
Neng… katanya suster jantungnya melemah, jadi belum bisa dijenguk."
Kemudian, datang dokter
dan suster masuk kamar pasien. Charly yang merasa bersalah meminta maaf kepada
Pepeng, tapi Pepeng menolak. Dan suasana di sana semakin mencekam setelah
pertengkaran tadi.
Babak
5
Setelah beberapa menit kemudian dokter dan
suster membawa Iman ke ruang UGD karena Iman mulai susah bernafas. ST12 ingin
mencegah, tapi apa daya dokter dan suster sudah jauh meninggalkan mereka. Jadi,
mereka pindah ke ruang UGD karena ingin memastikan keadaan teman mereka, Iman.
Orang-orang studio ikut menjenguk karena tadi saat lewat rumah sakit bertemu
mereka (ST12) membawa teman mereka. Mereka Akhirnya tahu bahwa lagu yang
didengar itu sama persis yang dirasakan oleh semua anggota band itu.
Orang
studio 2 :"Mas, kita mau minta
maaf soal yang kemarin. Kita udah buang rekaman masnya, kita minta maaf banget.
Kita juga mau njenguk teman mas yang sakit, gimana keadaannya?"
Pepep :"Keadaannya sekarang lagi kritis, dia
sekarang dirawat di UGD."
Orang
studio 2 :"kalo' gitu kita
lakukan operasi aja, mas. Soal biaya biar kita yang nanggung. Bener enggak,
sob?"(sambil menepuk bahu temannya)
Orang
studio 1 :"Oh… iya, iya. Kalian
tenang aja. Aku juga mau minta maaf karena aku yang buang rekaman kalian,
Soalnya saat itu aku masih badmood. Jadi, ya gitu deh… (menyerahkan rekaman
mereka) ini rekaman kalian. Simpan aja buat kenang-kenangan, kita juga udah
nyalin, kok."
Pepep :"Alhamdulillah… kau berikan cobaan,
Dan kau berikan anugrah. Kami hanyalah tokoh dari semua Naskah-Mu."
Charly :"Pep… terima kasih udah merawat gue.
Lo juga, Peng. Gue juga mau minta maaf kepada lo semua."
Pepeng :"Kenapa? Emang lo pernah salah ke
kita?"
Charly :(heran) "Lho… terus yang
tadi?"
Pepeng :(tertawa) "Lihat, Pep. Kaya'nya
teman kita yang satu ini sudah mulai akrab."
Pepep :"Bener, Peng. Tadi akting lo juga
bagus. Sampai dia gak sadar kalo' lo lagi akting."
Charly :"duh… bener-bener kalian mah…"(pertengkaran
bahagia, dokter keluar dengan wajah murung)
Pepep :"Dok, ada apa dengan teman
saya?"
Dokter :(menghembus nafas berat)
"Nyawa teman anda… sudah…"
Pepeng :"Sudah apa, Dok?"
Dokter :"Sudah… tidak tertolong lagi…"
Charly :"Dokter juga, kali ini bercanda,
Pep"
Pepep :"Dok, kalo' bercanda jangan
keterlaluan dong."
Dokter :"Kami sudah berusaha semaksimal
mungkin…"
Charly :"Tunggu, jadi…"
Pepeng :"Jangan bilang ini kenyataan. ya kan,
dokter?"
Dokter :"berat memang mengatakannya, tapi
benar-benar teman anda sudah… meninggal dunia"
(semua
histeris)
Akhirnya teman mereka,
Iman. Telah meninggalkan mereka semua, termasuk impian-impian yang hampir tercapai
oleh mereka. Tuhan memang berkendak lain ketika ST12, Band yang dulu dibentuk 4
orang kemudian 1 gugur di tengah jalan perjuangan. Iman, sosok seorang yang
baik juga penuh canda tawa… kini kau telah tiada.
"Perjuangan memang sangatlah
berat, tapi hal yang seperti itulah yang bisa menjadikan diriku lebih dewasa
hingga kini. Sahabat… dirimu… serta pengorbananmu… akan selalu terkenang meskipun
saat ajal menemuiku." Itulah kata-kata Muhammad Charly Van Houten saat dia
menghadap kuburan sahabatnya, lebih tepatnya teman seperjuangan. Kata-kata yang
pernah diucapkan Iman akan tetap selalu melegenda di hati ST12. Bersama Pepeng
dan Pepep, Charly melanjutkan perjuangan Iman hingga bisa membuktikan kepada
Indonesia, bahwa ST12 PASTI BERJAYA DAN TETAP BERJAYA!
Epilog
Charly :(lihat TV) "Peng. Ada cewek,
sini cepetan! Keburu lewat nanti."
Pepeng :"Mana, mana. Mana ceweknya?"
Charly :"Itu… di TV." (nunjuk TV)
Pepeng :"Jadi… pengen ngajak berantem lagi,
heh?!..." (sambil tersenyum terus saling memukul)
Asisten :"Akang. Kok gitu sih?!..."(sebel)
Pepep :"Friends'. Sebentar lagi kita mau
manggung, gue nggak mau kalo' kita telat. Ayo buruan bersiap!"
Charly
dan Pepeng :"Siap bos"
Charly :"Tapi gue musti nyelesaiin masalah
gue."
Pepeng :"Sama siapa?"
Charly :"Sama lo lah… sama siapa lagi?" (melanjutkan pertengkaran)
Pepep :"kalo' lo bertengkar terus gue
bakalan akan ikutan. Awas lo berdua!"(ikut pertengkaran)
Asisten :"Akang semua teh bertengkar pisan…
terus acaranya gimana?"
Charly :"Acara apa, Neng?"
Asisten :"Emang acara apa lagi? Ya manggung di
Alun-Alun Bandung, lah."
Charly :"Oh, iya. Ayo, Peng, Pep." (ST12
langsung tergesa-gesa)
Pepeng :"Pep, Mana jaket lo?"
Pepep :"di atas lemari, sisirnya mana
nih?"
Charly :"Tuh, depan lo tuh…"
Pepep :"Mana?"
Charly :(menunjuk sebelah kaca)
"Ketemu?"
Pepep :"Sori, sori. Nah, semua sudah
siap?"
Semua :"Siap bos…"
Pepep :"Tapi sebelum pergi. Utamakan berdoa
dulu biar lancar sampai tujuan dan yang kita impikan bisa terwujud, berdoa
mulai (menundukkan kepala sebentar) berdoa selesai. Ayo berangkat!"
Pepeng :"Kunci udah lo bawa?"
Pepep :(memeriksa kunci di baju dan celana)
"Enggak, Peng."
(semua
mencari kunci)
Asisten :"kuncinya teh di sini atuh."
Pepep :"Makasih ya, Eneng."
Asisten :"Ya, sama-sama akang." (Pepep
dan Pepeng menjauh dari Charly dan Asisten)
Charly :"Terus aku mah siapa bagi
eneng?"
Asisten :"kamu teh siapa ngaku-ngaku jadi
pacarnya eneng?"
Charly :"Maaf, deh. Tadi itu cuman nggodain
Mas Pepeng doang kok. Nggak ada maksud lain…"
Asisten :"Akang bener?"
Charly :"Ngapain mah kalo' akang bohong sama
eneng. Kan dosa, ya kan?"
Pepep :"Anggap aja iya, terus lo mau di sana
sampe' kapan? Apa mau gue tinggalin?"
Charly
dan Asisten :"Tunggu…"
(ikut ST12)