Sabtu, 24 Maret 2018

Contoh Drama Bahasa Indonesia (Terciptanya ST12 Band)

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
salam sejahtera bagi kita semua.

pada kesempatan ini saya akan memberikan contoh drama yang diambil dari perjalanan hidup ST12, khususnya saat pertama kali band ini memasuki panggung. Sebenarnya isi drama ini tidak dibuat persis dengan cerita aslinya karena akan terjadi kesalahpahaman pihak terkait.
Drama ini cocok untuk dimainkan karena mengandung unsur-unsur yang membuat kita menangis, tegang, tertawa yang pokoknya the best lah.
sebelumnya drama ini dibuat untuk memenuhi persyaratan kelulusan pada masa SMA, yakni ujian praktik Bahasa Indonesia. BTW butuh sembilan orang untuk memainkan drama ini dan untuk versi dokumen bisa diunduh di sini.

langsung saja, selamat menyaksikan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

(Perjuangan memang sangatlah berat, tapi hal yang seperti itulah yang bisa menjadikan diriku lebih dewasa hingga saat ini. Sahabat… dirimu… serta pengorbananmu… akan selalu terkenang meskipun saat ajal menemuiku) - Muhammad Charly Van Houten.

Babak 1

ST12, Sebuah band melayu legenda berkebangsaan Indonesia ini ternyata memiliki sejarah yang cukup pahit, di samping itu juga ada pula kenangan-kenangan menarik di sini. ST12 adalah band yang dulu anggotanya tidak saling kenal. Ilham Febri (Pepep), Dedi Sudrajat (Pepeng), Iman. Sebelum ST12 nama band mereka itu OLIV Band. Ketiga anggota ini pun melakukan audisi karena belum memiliki vokalis yang pas untuk masuk. Saat itu pula Charly datang mengikuti audisi tersebut.
Pepeng    :"Masih Belum ada?"
Iman        :"Iya, Pep. Nunggu kapan lagi?"
Pepep     :"Santai aja… Mungkin nanti kita bakalan dapet vokalis, santai aja"
Charly      :"(Masuk) Assalamu'alaikum"
Semua     :"Wa'alaikum salam"
Pepep     :"Apa gue bilang?(dengan bangga) kita juga bakalan dapet. (menghadap Charly) Lo mau ikutan audisi, Kan?
Charly      :"Iya, Bang. Kali bisa Saya mau ikutan audisi, masih dibuka kan, Bang?"
Pepep     :"Masih terbuka, kok. Coba lo keluarin suara lo."
(Charly menyanyi sebentar)
Pepeng    :"Bagus suaranya, Pep. Man, menurut lo gimana?"
Iman        :"Gila, dari mana dapet suara kaya' gitu, bang? Pep, jangan lo sia-sia'in kesempatan ini. Bang, lo kapan bisa main di sini lagi? Kalo' bisa sekarang aja."
Charly      :"Sekarang, Bang? (Bersyukur) Alhamdulillah… iya, Bang. Semua beres. (dengan malu-malu) Tapi, Bang. Boleh gak kalo' aku nginep di sini?"
Iman        :"Tenang aja. Jadi, biaya kehidupan lo sekarang bakalan ditanggung sama Bos Pepep. Bener kan, Pep?"
Pepep     :"Hah!... (Mau melawan tapi tidak jadi) Ya, tapi lo belum kasih tahu nama lo. Ya… biar akrab lah…"
Charly      :"Panggil aja Charly."
Pepeng    :"Lo asli Jakarta?"
Charly      :"Bukan. Saya ini asli Bandung."
Pepeng    :"(Berubah logat sunda) eee… dari bandung pisan? Kita mah tidak tau kalo' kamu tuh orang Bandung. Maaf ya?"
Iman        :"Kalo' gitu mah… semua tanggungan hidup lo juga bakal ditanggung Bos Pepep, sampai lo mati pun. karena dia kan juga orang sunda. Bener gak?"
Pepep     :"Gak usah bilang gitu mah gue pasti bantuin lo kok… ya kan temen-temen?"
Iman & Pepeng    :"Pasti bos…"
Pepep     :"Oh ya, Kita harus siapin lagu buat rekaman besok. (Menghadap Charly) Lo mau kan bantu kita?"
Charly      :"Terserah Abang lah… Say mah nunut."
Pepep     :"Oke, dan sekarang gue mau ganti nama band ini menjadi ST12. Semua setuju?"
Semua     :"Apa sih yang gak buat ST12?"
Anggota ST12 pun tertawa, dan setelah itu mereka menyiapkan dua buah lagu untuk besok karena besok adalah audisi band indie yang akan jika band itu menang akan dimasukkan di salah satu acara TV nasional. Dan mereka berhasil menciptakan dua lagu itu, yaitu "Jalan Terbaik" dan "Aku Masih Sayang". Mereka simpan hasil rekaman itu ke CD.

Babak 2

Dan Besoknya ST12 membawa CD hasil rekaman mereka ke orang studio.
(Charly, Iman, Pepeng dan Pepep masuk)
Orang studio 1     :"Dari band mana?"
Pepep     :"ST12"
Orang studio1      :"Album apa yang kalian tampilkan?"
Charly      :"hmm… Lagunya itu… Jalan Terbaik dan Aku Masih Sayang"
(Orang studio memasukkan identitas band mereka)
Pepep     :"Lo beneran nama judulnya itu?"
Charly      :"Gak papa, Nanti juga kita bisa pikirin judul yang pas kok. Santai aja."
Orang studio1      :"Oke semua selesai. Nanti kita coba untuk ndengerin hasil rekaman kalian."
Pepep     :"Kira-kira selesainya kapan?"
Orang studio1      :"iya… satu mingguan lah…"
Pepep     :"Sekarang kita pulang dulu (Menghadap Orang studio) Thanks' for much. Minggu depan kita balik lagi"
Orang studio1      :"Ya, sama-sama."
(ST12 bergegas pergi dari ruangan)
Orang studio2      :"(masuk ruangan) Siapa tadi, bro?"
Orang studio1      :"katanya sih, ST12 Band"
Orang Studio2     :"Udah denger lagu mereka belum?"
Orang Studio1     :"Ini mau dengerin lagunya, ikutan gak?"
Orang Studio2     :"Pasti dong…"
(CD ST12 pun dimasukkan untuk diputar, tapi tiba-tiba…)
Orang Studio1     :"Apaan ini? Lagunya jelek banget, terlalu monoton."
Orang Studio2     :"(tertawa) Emang enak… baru dengerin lagunya aja udah gak betah."
Orang Studio1     :"Sudah-sudah, buang aja CD ini! Enggak mau gue kerja ginian lagi! Bosen hidup gini terus."
Orang Studio2     :"Kalo' lo keluar, ya keluar aja."
Orang studio1      :"Oke, itu yang mau gue lakuin. Bilang juga sama mereka gue gak sudi denger lagu mereka lagi!"(keluar tanpa sepatah kata pun)

Babak 3

Satu minggu kemudian, ST12 kembali ke tempat tersebut dan melihat hasilnya. Dan hasilnya sangat disayangkan, mereka ditolak mentah-mentah sama orang-orang studio itu. Tidak Cuma itu, CD yang mereka minta telah dibuang ke tempat sampah seminggu yang lalu.
Charly      :"Gak papa, Pep. Mungkin ini masih belum rejeki kita." (Pepep mau menyelat)
Pepeng    :"Ya, Pep. Kita coba cari yang lain aja…"
Iman        :"Bener, Pep. Yang gitu mah gak usah diurusin."
Pepep     :(dengan nada kesal) "Terus kapan gue ngomongnya? (agak mereda) Hft… ya sudahlah. Gue juga akan cari studio yang juga gak kalah dengan yang barusan. Ikutan gak?"
Semua     :"Pasti…"
Pepep     :"Ayo… demi ST12!!!" (menyatukan tangan semuanya)
Semua     :"Demi ST12!!!" (teriak sekencang-kencangnya dan bersorak)
(tiba-tiba asisten produser menabrak Charly)
Asisten    :"Maaf, mas. Lain kali saya lebih hati-hati."
Charly      :"Gak papa kok. Tapi, kita pernah ketemuan ya, mbak?"
Asisten    :"Oh… akang, Jadi inget teh sama akang. Sekarang akang kerja di mana? Baru sebulan aja aku udah kangen sama akang."
Pepeng    :"Siapa Ini, Bang? Kok kenal sama Abang?"
Charly      :"Ceritanya begini… dia itu vokalis band saya. Dia itu duet sama saya. Tapi tiga minggu kemudian kita berantem, jadi ya… bubar deh band-nya. Oh iya neng, saya teh cuman ngumpul doang sama temen-temen band baru. Kenalin, ini Mas Ilham, Ini Mas Iman dan Ini Mas Dedi."
Asisten    :"Dedi Corbuzier?"
Charly      :"Bukan, namanya Dedi Sudrajat. Emang neng ngapain di sini?"
Asisten    :"Jadi asisten produser di sini. Oh iya, katanya Akang mau setorin lagu… biar eneng yang mbantu, Akang gak usah bingung."
Charly      :"Eh. Yang bener atuh neng? Jadi ngrepotin eneng pisan."
Asisten    :"Gak papa kok, asal ketemu akang teh eneng jadi seneng."
Iman        :"Ciye… CLBK ni ye, ceritanya…"(semua ikut menggoda)
Charly      :"Apaan sih…"
Pepep     :"Tapi, gak papa. Yang penting kita dapat anugrah Tuhan. Semua juga berkat lo, Charly."
Charly      :"sama-sama, Bang. Ini juga kan berkat abang-abang semua."
Pepeng    :"Gak usah Panggil abang. Panggil aja namanya langsung."
Iman        :"Bener, Bos. Lo Panggil nama aja langsung, biar akrab gitu"
Asisten    :"Ehem… Jadi, mana lagu yang mau akang setorin?
Charly      :"Hmm… kayaknya kami musti buat yang baru, Neng. Rekaman kami tadi udah dibuang sama studionya."
Asisten    :"Jahat banget memang itu orang. Tapi gak papa, Kang. Eneng laporan sama produser dulu, kalo' diterima nanti Eneng sms'in. nomernya tetep kan?"
Charly      :"Ya, Neng. Terima kasih banyak atuh, Neng."
Asisten    :"Sama-sama, Eneng pergi dulu ya."
Charly      :"ya, ati-ati Neng" (Asisten Meninggalkan ST12)
Pepep     :"Oke… kali ini kita revisi lagu kita, kita juga mau nambah lagi jadi sepuluh lagu."
Charly      :"Oke, tapi judulnya gak usah direvisi. Soalnya saya tuh suka sama judulnya. Lirik sama nadanya aja yang direvisi. Terus digabungin aja jadi album"
Pepep     :"Gimana lo, Peng, Man. Lo setuju gak sama Charly?"
Iman        :"Kita sih ngikut aja."
Pepep     :"Oke, kita lakuin! Kita tunjukkan pada Indonesia ST12 PASTI BERJAYA!"
Semua     :"PASTI!"
Malamnya mereka mulai menggarap sepuluh lagu mereka, ketika itu Charly mendapat sms bahwa besok dia disuruh menghadap produser dari kenalannya. Akhirnya sepuluh lagu mereka rampungkan dan memberi judul lagu-lagu tersebut, yaitu "Jalan Terbaik", "Aku Masih Sayang", "Aku Tak Sanggup Lagi" (A.T.S.L), "Cinta Abadi", "Dewiku", "Jiwa Yang Hilang", "Kepedihan Jiwa", "Ruang Hidup", "Sirna (sudah)" dan "Rasa Yang Tertinggal". Dengan "Jalan Terbaik" yang menjadi flagship song sekaligus nama album mereka.

Babak 4

Setiap ada kegagalan pasti ada keberhasilan, itulah yang mereka rasakan saat ini. Produsernya menerima lagu-lagu mereka dan mengajak mereka membuat video klip. Sesudah itu tiba-tiba Iman ngedrop, Charly, Pepeng dan Pepep pun membawa teman mereka ke rumah sakit.
Iman        :(Masih telentang dengan mata terbuka) "Gue ada di mana?"
Pepep     :"Santai, Man. Lo sekarang ada di rumah sakit."
Iman        :"Hmm… gitu. Pep, gue mau bilang sama lo. Mungkin ini terakhir kali kita bersama."
Charly      :"Ngomong apaan sih, Bang. Jangan bilang kalo' mau ninggalin kita."
Iman        :"Seharusnya gue bilang ini ke lo semua. Kalo' gue ini punya penyakit tumor di pembuluh otak, tapi gue simpan rahasia ini agar gue Enggak ingin kita gagal capai tujuan cuman gara-gara gue. Ya… gue juga minta maaf sekaligus terima kasih atas perjuangan lo semua. Terutama lo, Charly. ST12 ini gak akan bangkit tanpa lo, semua juga. (m]enghela nafas) Gue juga nitip pesen. Kalo' bisa lo perjuangin hasil kerja keras kita dan terus mbuktiin pada Indonesia bahwa nanti band kita, ST12 akan Berjaya dan akan tetap Berjaya!"
Semua     :"Pasti!"
Iman        :(Lihat Pepeng) "Peng… Lo kok diem aja. Bilang sesuatu ke', apa ke'."
Pepeng    :(Dengan sedih) "Man… kalo' mau bercanda bilang dong. Gak usah pake' acara ginian… jadi sedih gue lihatnya."
Charly      :" Iya, Bang. Jadi sedih liatnya…"
(Suster masuk ke dalam kamar pasien)
Suster      :"Maaf, Mas. Sekarang pasiennya butuh istirahat. Tolong masnya semua nunggu di luar aja ya."
Pepep     :"Mbak, teman saya ini terkena penyakit apa ya?"
Suster      :"Saya belum tahu, mas. Dokter saat ini belum memeriksa penyakit pasien."
Pepeng    :"Semoga saja dia Enggak kenapa-napa."
Suster      :"Iya, mas. Tolong masnya semua keluar ruangan."
Pepep     :"Ayo, Peng, Charly. Kita keluar"(semua keluar ruangan)
(Pindah latar tempat)
Pepeng    :"Pep, lo tadi sadar dia barusan ngomong apa?"
Pepep     :(Melamun) "eh, iya… barusan lo bilang apa?"
Pepeng    :"Nggak. Kalo' lo, Charly. gimana?"
Charly      :"Ya, Nggak tau sih, Bang. Tapi, ya… bisa berharap kalo' dia nggak kenapa-napa."
Pepep     :"Enggak papa, orangnya memang gitu. Kalo' bercanda selalu keterlaluan. Tapi dipikir-pikir dia belum pernah ngomong barusan."
(Tiba-tiba suster keluar dengan tergesa-gesa)
Charly      :(menghentikan langkah suster) kenapa mbak?
Suster      :"Nggak tau. Tiba-tiba detak jantungnya melemah."
(Langsung suster Meninggalkan ruangan dan mereka (ST12) panik)
Pepep     :"Peng…"
Pepeng    :"Jangan-jangan… Man!... Iman!..."(mau masuk kamar tapi dicegah Charly)
Charly      :"Bang, sudahlah. Memang ini takdir Tuhan."
Pepeng    :"Lo jangan bilang ini takdir Tuhan! Lo nggak akan tau kalo' dia, Iman itu sahabat gue sejak kecil! Jadi, lo gak usah ikut campur masalah ini!"
Charly      :"Gue gak pernah ikut campur urusan orang! Tapi gue ingin berikan yang terbaik, Peng! Jika lo gak tahan! Biar gue susulin lo bareng Iman!"
Pepeng    :"Oke!... Jadi lo mau serang gue?!... Gue terima ajakan lo!"
(pertengkaran pun dimulai, saat itu asisten masuk)
Asisten    :"Astaghfirullah… ada apa ini?"
Pepep     :"Neng, lerai mereka berdua!"
Asisten    :"Kang, apa yang sebenarnya terjadi?"
Charly      :"Neng, ngapain kamu ke sini?"
Asisten    :"Katanya teman akang teh lagi sakit di sini. Jadi Neng ke sini mau njenguk teman akang."
Pepeng    :"Bawa pacar lo keluar! sekalian lo. Dan jangan pernah lagi lo ikut band kita! Lo gak pantes!...(tes… tes…)"
Charly      :"Lo boleh hina gue! tapi jangan sekali-kali lo hina dia! Sekali lagi, gue gampar lo!"
Pepep     :"Peng… gue minta lo diam. Lo juga, Charly. Jangan lanjutin pertengkaran lo berdua. (Menghembus nafas berat) Neng… katanya suster jantungnya melemah, jadi belum bisa dijenguk."
Kemudian, datang dokter dan suster masuk kamar pasien. Charly yang merasa bersalah meminta maaf kepada Pepeng, tapi Pepeng menolak. Dan suasana di sana semakin mencekam setelah pertengkaran tadi.

Babak 5

Setelah beberapa menit kemudian dokter dan suster membawa Iman ke ruang UGD karena Iman mulai susah bernafas. ST12 ingin mencegah, tapi apa daya dokter dan suster sudah jauh meninggalkan mereka. Jadi, mereka pindah ke ruang UGD karena ingin memastikan keadaan teman mereka, Iman. Orang-orang studio ikut menjenguk karena tadi saat lewat rumah sakit bertemu mereka (ST12) membawa teman mereka. Mereka Akhirnya tahu bahwa lagu yang didengar itu sama persis yang dirasakan oleh semua anggota band itu.
Orang studio 2     :"Mas, kita mau minta maaf soal yang kemarin. Kita udah buang rekaman masnya, kita minta maaf banget. Kita juga mau njenguk teman mas yang sakit, gimana keadaannya?"
Pepep     :"Keadaannya sekarang lagi kritis, dia sekarang dirawat di UGD."
Orang studio 2     :"kalo' gitu kita lakukan operasi aja, mas. Soal biaya biar kita yang nanggung. Bener enggak, sob?"(sambil menepuk bahu temannya)
Orang studio 1     :"Oh… iya, iya. Kalian tenang aja. Aku juga mau minta maaf karena aku yang buang rekaman kalian, Soalnya saat itu aku masih badmood. Jadi, ya gitu deh… (menyerahkan rekaman mereka) ini rekaman kalian. Simpan aja buat kenang-kenangan, kita juga udah nyalin, kok."
Pepep     :"Alhamdulillah… kau berikan cobaan, Dan kau berikan anugrah. Kami hanyalah tokoh dari semua Naskah-Mu."
Charly      :"Pep… terima kasih udah merawat gue. Lo juga, Peng. Gue juga mau minta maaf kepada lo semua."
Pepeng    :"Kenapa? Emang lo pernah salah ke kita?"
Charly      :(heran) "Lho… terus yang tadi?"
Pepeng    :(tertawa) "Lihat, Pep. Kaya'nya teman kita yang satu ini sudah mulai akrab."
Pepep     :"Bener, Peng. Tadi akting lo juga bagus. Sampai dia gak sadar kalo' lo lagi akting."
Charly      :"duh… bener-bener kalian mah…"(pertengkaran bahagia, dokter keluar dengan wajah murung)
Pepep     :"Dok, ada apa dengan teman saya?"
Dokter     :(menghembus nafas berat) "Nyawa teman anda… sudah…"
Pepeng    :"Sudah apa, Dok?"
Dokter     :"Sudah… tidak tertolong lagi…"
Charly      :"Dokter juga, kali ini bercanda, Pep"
Pepep     :"Dok, kalo' bercanda jangan keterlaluan dong."
Dokter     :"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin…"
Charly      :"Tunggu, jadi…"
Pepeng    :"Jangan bilang ini kenyataan. ya kan, dokter?"
Dokter     :"berat memang mengatakannya, tapi benar-benar teman anda sudah… meninggal dunia"
(semua histeris)
Akhirnya teman mereka, Iman. Telah meninggalkan mereka semua, termasuk impian-impian yang hampir tercapai oleh mereka. Tuhan memang berkendak lain ketika ST12, Band yang dulu dibentuk 4 orang kemudian 1 gugur di tengah jalan perjuangan. Iman, sosok seorang yang baik juga penuh canda tawa… kini kau telah tiada.
"Perjuangan memang sangatlah berat, tapi hal yang seperti itulah yang bisa menjadikan diriku lebih dewasa hingga kini. Sahabat… dirimu… serta pengorbananmu… akan selalu terkenang meskipun saat ajal menemuiku." Itulah kata-kata Muhammad Charly Van Houten saat dia menghadap kuburan sahabatnya, lebih tepatnya teman seperjuangan. Kata-kata yang pernah diucapkan Iman akan tetap selalu melegenda di hati ST12. Bersama Pepeng dan Pepep, Charly melanjutkan perjuangan Iman hingga bisa membuktikan kepada Indonesia, bahwa ST12 PASTI BERJAYA DAN TETAP BERJAYA!

Epilog

Charly      :(lihat TV) "Peng. Ada cewek, sini cepetan! Keburu lewat nanti."
Pepeng    :"Mana, mana. Mana ceweknya?"
Charly      :"Itu… di TV." (nunjuk TV)
Pepeng    :"Jadi… pengen ngajak berantem lagi, heh?!..." (sambil tersenyum terus saling memukul)
Asisten    :"Akang. Kok gitu sih?!..."(sebel)
Pepep     :"Friends'. Sebentar lagi kita mau manggung, gue nggak mau kalo' kita telat. Ayo buruan bersiap!"
Charly dan Pepeng           :"Siap bos"
Charly      :"Tapi gue musti nyelesaiin masalah gue."
Pepeng    :"Sama siapa?"
Charly      :"Sama lo lah… sama siapa lagi?" (melanjutkan pertengkaran)
Pepep     :"kalo' lo bertengkar terus gue bakalan akan ikutan. Awas lo berdua!"(ikut pertengkaran)
Asisten    :"Akang semua teh bertengkar pisan… terus acaranya gimana?"
Charly      :"Acara apa, Neng?"
Asisten    :"Emang acara apa lagi? Ya manggung di Alun-Alun Bandung, lah."
Charly      :"Oh, iya. Ayo, Peng, Pep." (ST12 langsung tergesa-gesa)
Pepeng    :"Pep, Mana jaket lo?"
Pepep     :"di atas lemari, sisirnya mana nih?"
Charly      :"Tuh, depan lo tuh…"
Pepep     :"Mana?"
Charly      :(menunjuk sebelah kaca) "Ketemu?"
Pepep     :"Sori, sori. Nah, semua sudah siap?"
Semua     :"Siap bos…"
Pepep     :"Tapi sebelum pergi. Utamakan berdoa dulu biar lancar sampai tujuan dan yang kita impikan bisa terwujud, berdoa mulai (menundukkan kepala sebentar) berdoa selesai. Ayo berangkat!"
Pepeng    :"Kunci udah lo bawa?"
Pepep     :(memeriksa kunci di baju dan celana) "Enggak, Peng."
(semua mencari kunci)
Asisten    :"kuncinya teh di sini atuh."
Pepep     :"Makasih ya, Eneng."
Asisten    :"Ya, sama-sama akang." (Pepep dan Pepeng menjauh dari Charly dan Asisten)
Charly      :"Terus aku mah siapa bagi eneng?"
Asisten    :"kamu teh siapa ngaku-ngaku jadi pacarnya eneng?"
Charly      :"Maaf, deh. Tadi itu cuman nggodain Mas Pepeng doang kok. Nggak ada maksud lain…"
Asisten    :"Akang bener?"
Charly      :"Ngapain mah kalo' akang bohong sama eneng. Kan dosa, ya kan?"
Pepep     :"Anggap aja iya, terus lo mau di sana sampe' kapan? Apa mau gue tinggalin?"
Charly dan Asisten            :"Tunggu…" (ikut ST12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar